Suasana seketika hening. Yang terdengar kemudian hanyalah suara merdu burung anis merah dari selusin gantangan (kandang) yang berdiri tegak pada sebidang tanah di Taman Bunga Wiladatika. Cibubur, Bogor. Selebihnya adalah pekik tertahan dari para joki dan sang empunya burung.
Atmosfer mencekam itu tercipta berkat sistem ‘tanpa teriak’ yang diterapkan pada lomba. Dengan sistem ini pemilik burung dilarang keras meneriakkan nomor gantangan. Ini lazim dilakukan mereka untuk merayu para juri. Jika melabrak aturan, nama mereka bakal dicoret. Setengah jam setelah kicau-kicau merdu itu memenuhi udara, ke-15 juri mencapai kata sepakat. ‘Vonis’ pun dijatuhkan. Anis merah ‘New Owen’ milik Achun Owen diputuskan sebagai jawaranya.
Inilah suasana menegangkan pada partai final anis merah pada lomba kicau burung piala www.kicaumania.org pada pertengahan Mei silam. Bagi para pencintanya, burung-burung itu lebih dari sekadar hobi menyenangkan lantaran dapat mendengarkan suara kicau yang merdu dan menyaksikan tingkah burung-burung yang menggemaskan, bahkan mampu pula menghadirkan rezeki berlebih.
Seperti untuk Agus Hasan, dewan penasihat Kicau Mania, burung-burung miliknya adalah kebahagiaan. Burung anis merah bernama ‘Si Badai’ yang dibelinya Rp 60 juta pada Oktober 2006 itu membikin ia, dan siapa pun, gemas. ‘Si Badai’ punya ‘gaya teler’ yang terhitung langka. Ia bisa berjalan di atas besi ‘tangkringan’ dari titik A hingga Z sembari memutar-mutar kepalanya seperti orang mabuk. Suaranya bisa melengking bagai pisau yang beradu. Volume suaranya pun tak tanggung-tanggung.
Di kalangan komunitas pencinta burung kicau, burung piaraan Agus juga dikenal sebagai jawara. Tak terhitung berapa kali burung-burungnya memenangi lomba. Di Gus Dur Award saja, yang diikuti tiga ribu peserta, anis merah miliknya dua kali menempati posisi juara di kategori yang berbeda.
‘Si Badai’ sebetulnya bisa membikin kocek Agus Hasan mendadak tebal dalam hitungan detik. Betapa tidak, sudah lima orang menggadang-gadang anis merah miliknya itu dengan tawaran menggiurkan: Rp 100 juta. Tapi, Agus menolak. Ketika ‘Si Badai’ memborong posisi juara di Gus Dur Award dan Gubernur Cup I beberapa waktu lalu, banderol burung penyanyi itu sontak terdongkrak. ”Ada yang nawar Rp 150 juta,” kata Agus. Dilepas? Ternyata tidak.
‘Si Badai’ menjadi hiburan tersendiri untuknya. Seperti burung-burung milik Agus yang lain. Mulai jatuh cinta pada burung kicau sejak 1998, Agus memelihara lebih dari 60-an burung kicau dari beragam jenis (angka persisnya dia mengaku lupa). Kebanyakan adalah jenis burung lomba. Nyaris separuhnya jenis anis merah. Ratusan juta rupiah ia kucurkan.
Koleksi-koleksinya itu ia taruh di dua tempat terpisah, yaitu di kediamannya, di bilangan Cipete Utara, Jakarta Selatan, dan di beberapa lokasi khusus yang ia sebut sebagai ‘rumah perawat’. Tak keliru, memelihara burung –khususnya anis merah– memang tak bisa sembarang. Anis merah tergolong burung sensitif. Salah-salah merawat, suara merdunya bisa sontak raib. ”Harus cocok-cocokan,” papar wiraswastawan itu.
Lantaran burung kicau itulah, hari-hari Agus terasa ramai. Lantaran burung kicau pula ia pernah dihunjam sedih berkepanjangan. Dua tahun lalu Agus mengaku punya seekor anis merah kesayangan bernama ‘Mr Z’. Burung ini ia juluki si juara dunia lantaran tak terkalahkan di banyak kompetisi. Banyak orang yang kesengsem. ‘Mr Z’ sempat ditawar Rp 60 juta –harga yang tinggi dua tahun lalu. Nahasnya,”Burung itu digondol maling,” kata Agus kesal.
Saking kecewanya, Agus sampai pensiun main burung selama setengah tahun. ”Saya down banget,” cerita Agus yang terhitung tokoh perburungan nasional. Padahal, sebelumnya, koleksi burung Agus pernah tiga kali digondol maling bahkan yang harganya Rp 75 juta. Namun, itu belum membuatnya terpukul hingga ia kehilan
Cerita getir lain dialami kolektor burung kicau asal Jombang, belum lama ini. Mulanya adalah seekor anis merah bernama ’si Raja Timur’, milik seorang pehobi asal Malang. Burung ini dikenal sebagai ancaman kelas kakap bagi anis merah mana pun di negeri ini. ”Ia langganan juara,” kata Ali Nursojo, ketua umum komunitas Kicau Mania. ‘Si Raja Timur’ adalah incaran para kolektor anis merah.
Adalah orang asal Jombang yang berhasil memboyong pulang ‘Si Raja Timur’ dengan nilai transaksi seharga mobil: Rp 150 juta! Seminggu kemudian, lanjut Ali, ‘Si Raja Timur’ pun siap berlaga di ajang Gubernur Cup I di Bandung 6 Mei lalu. Ini penampilan perdana sang burung penyanyi sejak berpindah tangan. Namun, sekaligus penampilan terakhirnya di dunia.
Ketika lomba tengah berlangsung, ‘Si Raja Timur’ mendadak demam. Penampilannya pun langsung merosot drastis. ‘Si Raja Timur’ lantas diboyong ke rumah dan kabarnya langsung jatuh sakit. ”Eh, tak lama kemudian burung itu mati,” cerita Ali. Usut punya usut, saat dibawa ke lokasi lomba di Bandung, ‘Si Raja Timur’ ditaruh dekat embusan AC mobil. ”Mungkin karena saking sayangnya,” kata Ali. Sayangnya, itu malah membikin nyawa sang burung melayang.
Sumber : www.republika.co.id
Januari 19, 2008 pukul 1:35 am
wah sayang sekali ya…
mo nanya cara milih Anis bakalan yang bagus, gmn ciri-cirinya?
Januari 19, 2008 pukul 1:37 am
kalo mo nyetak Anis biar hebat dan tidak mudah stres gmn?
Januari 19, 2008 pukul 1:38 am
ne email saya boedy1908@yahoo.co.id
Februari 18, 2008 pukul 6:41 am
waduh, kalau pelihara anis…cocok-cocokan gimana yang kepengen seperti saya. Resep apa yang harus dimiliki ? Cara memilih bakalan yang bagus dan pasti jantan?
April 11, 2008 pukul 3:52 pm
cara milih anis bakalan bagus..pertama harus tahu jantan betina..kedua harus tahu ciri fisik katuranggan..ketiga menguasai teknik perawatan standart..keempat teknik perawatan dengan hati atau perasaan. Nah sobat begitu pedoman pokok kalau ingin menggeluti dunia anis merah. secara rinci akan coba saya ulas berikutnya. Salam anis merah.
Mei 13, 2008 pukul 5:00 am
GIMANA AM MACET UNTUK RAWATAN SUPAYA CEPAT BUNYI
Juli 14, 2008 pukul 1:38 pm
ajak dong saya biar pinter pelihara anis cacing utk di garut .. bagaimana kita buat seminar khusus burung ANIS CACING & pamerannya ada yang mau sponsorinnya ga ya tapi nya … ?
Desember 19, 2008 pukul 11:16 am
bagaimana membedakan anis jantan dan betina trima kasih..
Maret 5, 2009 pukul 1:00 pm
saya punya anis merah dah mrinwik ,umur 2thn an dari katuraganya saya optimis jantan.gmama cara nya biar cepat ngeplong ya?apa harus sering dicase ya ?mhon petunjuknya , trina kasih
Maret 10, 2009 pukul 4:24 am
bos tolong dong gimana caranya membedakan Anis Jantan dan Anis Betina, dan gimana Anis merah cepat Ngemplong & cepet TEler. mohon petunjuk dan jawabannya, Trim
Maret 12, 2009 pukul 4:21 pm
gimana membedekan AM cowok sma cewek dan gmn juga cara merawatnya
Maret 20, 2009 pukul 2:02 pm
Bos tolong dong bagi 2x menu cara merawat AM dan tolong juga bagaimana cara membedakan jantan dan betina apabila AM nya udah umur 1 tahunan.
satu lagi tertinggal apa pakan utama dan pakan tambahan buat AM, mohon petunjuk dan jawabannya karna Saya ini pemula dan belum tahu mana yang jantan dan betina,serta jantan aja yang bunyi dan teler ataukah betina pun sama atau kebalikannya?? Mohon jawabanya karna saya suka memelihara AM karna kejinakannya dan gerak geriknya lucu.
Sesudah dan sebelumnya Saya ucapkan Terimaksaih
Best Rgds
Aa Batam
April 9, 2009 pukul 12:05 am
memang AM gampang-gampang susah memeliharanya saya sudah 4 kali melihara anis bakalan ngga pernah jadi sampai ada yang saya rawat sekitar 1 tahun lamanya tapi nggak bunyi bunyi dan akhir nya saya jual dan beli yang sudah 1/2 jadi hasilnya memuaskan. tapi inget perawatanya harus rutin mandikan, jemur dan kasih pakan efnya.
Juli 9, 2009 pukul 4:44 pm
mlm om.om sy punya anis merah yg msh trotol.ngeriwiknya rajin,bulu msh bulu anakan/trotolan.yg sy tanyakan kira2 berapa lama lg klau anis merah sy itu bisa ngeplongnya/telernya.thanks om