Bazar Ramadhan 2007 di Kuala Lumpur

Bulan Ramadhan 1428 Hijriyah ini, menjadi awal kebangkitan wisata rohani di Malaysia. Sebab, Majlis Tindakan Pelancongan (Dinas Pariwisata, red) Kuala Lumpur, melalui Dewan Bandaraya Kuala Lumpur, menggelar Bazar Ramadhan di Kuala Lumpur selama bulan puasa ini.

”Melalui Bazar Ramadhan 2007 ini, kami ingin menjadikan Kuala Lumpur sebagai destinasi Bazar Ramadhan yang terbesar di Malaysia,” jelas Noraza Yusof, General Manager Dewan Bandaraya Kuala Lumpur, kepada Republika, Kamis (13/9) melalui hubungan Internasional dari Jakarta.

Noraza menegaskan, Bazar Ramadhan di Kuala Lumpur ini merupakan prakarsa dari Dewan Bandaraya Kuala Lumpur. Kegiatan ini diselenggarakan selama sebulan penuh, mulai dari Rabu (12/9) hingga Kamis (11/10). Kegiatan ini merupakan yang terbesar dari Bazar Ramadhan yang pernah diselenggarakan di Kuala Lumpur.

”Berdasarkan seleksi yang dilakukan Dewan Bandaraya Kuala Lumpur, pada event Bazar Ramadhan 2007 ini, diikuti 2.600 stan (gerai) pada 68 lokasi di sekitar Kuala Lumpur,” jelasnya. Adapun lokasi yang menjadi favorit dan pilihan utama masyarakat sebagai lokasi Bazar, kata dia, adalah Jalan Masjid India. ”Dari dulu, tempat ini menjadi pilihan utama warga kota serta para turis (wisatawan) dari dalam maupun luar negeri,” papar Noraza.

Jalan Masjid India ini, lanjutnya, dikenal sebagai Ibu Bazar Ramadhan di Malaysia, dan sangat populer di mata masyarakat. Selain menyediakan beragam pilihan makanan untuk berbuka, juga di kawasan ini terkenal dengan penawaran harga yang menarik, seperti perhiasan hingga barang-barang kebutuhan masyarakat menyambut Hari Raya Idul Fitri.

”Para wisatawan muslim, biasanya menjadikan Ramadhan di Kuala Lumpur sebagai sebuah pengalaman yang unik dan menarik. Sebab, Ramadhan di Malaysia, disambut dengan suka cita oleh masyarakat Malaysia khususnya di Kuala Lumpur yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama. Para wisatawan ini juga akan menjamu dan berbuka puasa bersama masyarakat muslim lainnya,” ujarnya.

Suasana yang meriah juga disambut pengelola hotel di sekitar Kuala Lumpur. Sejumlah hotel, lanjut Noraza, menyediakan berbagai paket Istimewa selama Ramadhan dan menyambut Idul Fitri. Seperti paket kamar, menu makanan berbuka puasa dan sahur dengan harga yang menarik. Noraza menambahkan, kemeriahan juga tampak di pusat perbelanjaan dan sudut kota. Sebagain masyarakat menyelenggarakan pawai (karnaval) dan pasar murah untuk persiapan berbuka puasa dan menyambut lebaran.

Suasana masjid-masjid di Kuala Lumpur, kata dia, juga semakin semarak dengan syiar-syiar Islam. Mulai dari shalat tarawih, membaca Alquran, tabligh akbar hingga buka puasa dan sahur bersama. Noraza menambahkan, masjid utama di Kuala Lumpur yang ramai dikunjungi antara lain Masjid Kampung Baru, Masjid Jamek Kuala Lumpur, Masjid Negara serta Masjid Wilayah Persekutuan.

Sumber : www.republika.co.id

Ditulis dalam Leisure. Leave a Comment »

Pusat Dagang Ponsel di Fatmawati

Belakangan bagi yang tinggal di kawasan Jakarta Selatan, khususnya kawasan sekitar Cilandak dan Jl Fatmawati tidak perlu khawatir kesulitan mencari pusat perbelanjaan berkonsep grosir. Karena terdapat ITC Fatmawati yang menawarkan beragam barang layaknya yang mudah ditemui pada sejumlah mal. Harga yang ditawarkan, cukup murah.

Diakui beberapa pelanggan, berbelanja di ITC Fatmawati jauh lebih baik dibandingkan dengan beberapa pusat perbelanjaan lain di sekitar kawasan Fatmawati, seperti D Best Fatmawati ataupun Blok M Mal. “Untuk kelengkapan barang tidak berbeda jauh antara ITC Fatmawati dengan D Best dan Blok M. Namun untuk harga, ITC Fatmawati jauh lebih murah,” ujar Thia, salah satu pelanggan ITC Fatmawati.

ITC memang dikenal sebagai pusat belanja dengan harga murah. Seperti ITC Mangga Dua dan ITC Cipulir, yang dikenal sebagai pusat perbelanjaan untuk pakaian yang lengkap dan murah. Kemudian ITC Roxi Mas dan ITC Ambassador yang dikenal sebagai pusat penjualan ponsel dan alat elektronik.

Begitupun dengan ITC Fatmawati. Pusat belanja yang terletak di pusat niaga Duta Mas Fatmawati dan berdiri di atas lahan seluas satu hektar ini terdiri dari 28 unit ruko dan 545 unit kios yang tersebar di tiga lantai dengan total luas bangunan 27.000 meter persegi.

Saat ini ITC Fatmawati terkenal dengan pusat perbelanjaan yang cukup lengkap dan sebagai salah satu alternatif penjualan ponsel selain ITC Roxi dan Ambasador. Mayoritas toko di ITC Fatmawati merupakan toko ponsel. Bahkan prosentase toko ponsel mencapai sekitar 65 persen dari keseluruhan toko yang ada. Selain toko ponsel, terdapat juga toko-toko yang menjual pakaian, aksesoris pakaian, perhiasan, mainan, komputer, CD dan DVD dan lain-lain.

Ketika Anda memasuki lantai dasar, banyak sekali toko yang menjual ponsel dan CD serta DVD. Bahkan, bisa dikatakan lantai dasar merupakan pusat keramaian dari keseluruhan ITC Fatmawati. Kemudian jika naik ke lantai satu, Anda akan mulai menemukan banyak toko yang menjual pakaian dan aksesoris. Namun, toko yang menjual ponsel tetap dapat Anda temui di sela toko pakaian itu.

Begitupun dengan lantai dua. Toko ponsel tetap dapat Anda temui, tapi dengan jumlah yang sedikit. Di lantai dua ini, disediakan Food Court sebagai tempat bagi pelanggan untuk beristirahat dan menikmati hidangan kuliner. Di sana Anda dapat menemukan beragam hidangan. Mulai dari hidangan khas Indonesia, Cina hingga hidangan khas Negeri Paman Sam. Harga yang ditawarkan pun cukup bersahabat dengan kantong.

Ada satu hal yang patut Anda perhatikan jika Anda berminat untuk datang ke Food Court ITC Fatmawati. Yaitu banyaknya calo yang menawarkan makanan yang mereka jual. Ketika pelanggan datang, maka para calo ini langsung mengerubungi sambil menyodorkan daftar menu. Penawaran yang dilakukan calo-calo sangat mengganggu .

Di lantai tiga, masih didominasi dengan toko ponsel, seperti halnya di lantai dasar. Namun berbeda dengan lantai dasar yang ramai dengan pengunjung, lantai tiga sepi pengunjung. Selain toko ponsel, di lantai tiga disediakan juga supermarket Hari-Hari yang menyajikan berbagai kebutuhan seperti buah, ikan segar, dan kebutuhan sehari-hari rumah tangga lainnya. Beberapa toko yang menjual peralatan komputer juga dapat Anda temui di lantai ini.

Yudi, salah seorang penjual ponsel di lantai tiga ITC Fatmawati mengatakan, kebanyakan penjual ponsel di ITC Fatmawati juga memiliki toko di ITC Roxi. Namun yang menjadi perbedaan adalah, ITC Fatmawati lebih banyak melayani penjualan langsung ke pengguna. Sementara ITC Roxi menjalankan fungsi distribusi selain juga melakukan penjualan langsung ke pengguna.

Karenanya, untuk kelengkapan ponsel dan harga, ada sedikit perbedaan. ITC Roxi menawarkan koleksi ponsel yang lebih lengkap dengan harga sedikit lebih murah jika dibandingkan dengan ITC Fatmawati. Namun perbedaan tersebut, tidak terlalu jauh. “Untuk harga, perbedaannya paling-paling sekitar Rp 20 hingga Rp 50 ribu,” jelas Yudi.

Harga ponsel di ITC Fatmawati, tidak jauh berbeda antara satu toko dengan toko lainnya. Bahkan ketika Republika bertanya di beberapa toko, kesemua toko tersebut memberikan harga yang sama untuk suatu jenis ponsel tertentu. Tampaknya, yang membedakan hanyalah bagaimana kemampuan Anda dalam melakukan tawar menawar.

Namun, bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Fatmawati, ITC Fatmawati dapat menjadi pilihan terbaik. Ini berkaitan dengan jarak yang harus ditempuh pelanggan dibandingkan jika pelanggan harus ke ITC Roxi.

Sumber : www.republika.co.id

Ditulis dalam Leisure. Leave a Comment »

Layanan Supermarket Ekspatriat

Belanja merupakan kebutuhan semua orang. Tidak terkecuali masyarakat ekspatriat (istilah populer untuk WN Asing yang berdomisili di Indonesia). Namun, biasanya masing-masing kelas memiliki karakteristik belanja yang berbeda. Untuk masyarakat kelas bawah, harga tampaknya menjadi pertimbangan utama. Sedangkan untuk masyarakat kelas atas dan ekspatriat memiliki karakteristik yang khas.

Masyarakat kelas atas mempunyai profil psikografis yang lebih mengarah ke quality-oriented dan jarang price sensitive. Sementara pelanggan ekspatriat lebih mementingkan value for money atau kualitas yang sebanding dengan harganya. Kedua pasar inilah yang disasar beberapa supermarket seperti Ranch Market, Grand Lucky atau bahkan Hero Kemang.

”Umumnya, pelanggan yang datang kemari adalah ekspatriat atau masyarakat lokal. Masyarakat lokal pun adalah masyarakat yang memiliki pengalaman internasional yang cukup lama,” ujar Service Quality Manager Ranch Market, Yuliva Hasibuan. Yuliva mengaku, pelanggan yang datang ke RM, baik ekspatriat maupun lokal umumnya mencari hard-to-find items. Seperti produk-produk impor atau produk dengan kualitas premium yang sulit ditemui di supermarket lain. Perishable items, seperti meat, fish, dan produce hampir pasti masuk ke dalam keranjang belanjaan mereka. Seperti yang terlihat di sebuah store RM di kawasan Pondok Indah.

Bahkan untuk menjaga mutu produknya, ada orang yang bertugas untuk mengecek dan menjaga kualitas produk. Frekuensi pengecekan tergantung kepada produknya masing-masing. Ada produk yang harus dicek setiap hari dan ada juga yang setiap satu jam sekali. Ini benar-benar menjadi standar pengawaan mutu, sehingga nyaris tak pernah ada produk kedaluwarsa seperti yang baru-baru ini dijumpai pada hypermaket asal Perancis.

Produk-produk, desain store, bahkan pelayanan yang diberikan sangat berbeda dengan supermarket biasa yang ditemui di banyak tempat. Meskipun ada juga produk lokal, namun kebanyakan produk yang dijajakan merupakan produk impor. Desainnya juga memiliki ciri khas tersendiri. Keunikan tata letak dagangan bagi pencari produk impor juga nampak pada Grand Lucky (dahulu bernama Club Store) di bilangan SCBD. Bahkan di sana desain dan display produk selalu berubah-ubah nyaris setiap bulannya. Nuansa produk lokal terasa di sana. Namun bagai naik kelas sejajar dengan barang impor. Harganya? Jelas sedikit lebih mahal dibandingkan produk sama yang ditawarkan supermarket lokal.

Memang desain store dan produk yang dijual disesuaikan dengan karakteristik masyarakat ekspatriat di suatu tempat. Ia mancontohkan, di Pejaten mayoritas masyarakat ekspatriatnya berasal dari Eropa. Sehingga desain store di Pejaten dibuat senyaman mungkin dengan menggunakan banyak kayu. Kemudian di Kebon Jeruk yang mayoritas penduduknya berasal dari Cina, dan juga Pondok Indah yang lebih internasional dikemas dengan desain sangat Tropis.

“Kami memang selalu mengadakan survei pendahuluan jika ingin membuka store di suatu tempat,” tambah Yuliva. Bahkan ia mengatakan, untuk tahun ini direncanakan akan membuka dua store lagi. Satu akan dibuka pada bulan September dan lainnya menyusul pada akhir tahun. Produk yang dijual pun bersifat seasonal atau mengikuti musim dan tergantung dari lokasi store. Produk yang dijual di store Pondok Indah berbeda dengan store lainnya. Sebagai contoh, ketika ada kerja sama dengan kedutaan Italia, maka produk yang dijual didominasi produk dari Italia

Karena memiliki segmen pasar yang berbeda, RM mengusung berbeda pula dengan konsep yang diterapkan pada supermarket pada umumnya. Yuliva mengklaim, pelanggan yang berbelanja di RM tidak hanya sekadar belanja. Namun juga memiliki kesempatan untuk memilih produk dengan suasana belanja yang nyaman. Banyak hal dilakukan untuk menciptakan suasana belanja yang nyaman. Selain dengan desain yang disesuaikan dengan karakteristik pelanggannya pemilihan musik yang menemani pelanggan berbelanja pun menjadi pertimbangan.

Umumnya supermarket kelas atas menggunakan musik instrumental. Dengan pertimbangan jenis musik ini lebih dapat diterima oleh semua kalangan. Untuk pagi hari, dipilih musik instrumental yang bersemangat dengan bit yang sedikit cepat. Sedangkan untuk siang hari dipilih bit musik yang santai, karena ramai dan biasanya pelangan sudah sedikit capek. Baru kemudian di malam hari digunakan musik dengan bit yang cepat untuk menambah semangat pelanggannya.

Bentuk pelayanan lainnya yang nyaris tak ada di swalayan kelas bawah adalah notice board yang dipasang di setiap store. Notice board merupakan papan informasi yang merupakan media penghubung antara pelanggan dengan pihak manajemen. Di notice board ini pelanggan dapat menyampaikan apapun yang berkaitan dengan keluhan pelayanan, permintaan suatu produk atau apapun. Pihak manajemen akan menjawab pesan dari pelanggannya sekitar satu hari setelah dipasang di notice board selama satu minggu.

Belakangan, beberapa supermarket yang tumbuh di kawasan pemukiman ekspatriat menyediakan pelayanan jasa lainnya. Yaitu delivery service gratis untuk pelanggan yang rumahnya berjarak 5-10 kilometer dari store dengan nilai belanja minimal Rp 500 ribu. RM dan Hero Kemang menjalankan servis tersebut sejak lama. n ci1

Bertahan Layani Ekspatriat
Memanfaatkan potensi pembeli ekspatriat menjadi awal berdirinya Ojo Lali, toko produk interior di kawasan Kemang Timur. “Dahulu sekitar 90 persen pelanggan adalah ekspatriat. Sekarang, tak lebih dari 20 persen,” jelas Achmad Yani, pemilik toko interior Ojo Lali di kawasan Kemang Timur. Achmad mengatakan, krisis moneter pada 1998 merupakan titik tolak dari turunnya pelanggan ekspatriat. Padahal sebelum tahun 1998, banyak sekali ekspatriat yang datang ke kawasan Kemang. Baik untuk membeli barang untuk digunakan sendiri ataupun untuk dijual kembali di negaranya.

Dulu, cerita Achmad, selain menjual secara langsung, Ojo Lali juga menjadi penyalur perlengkapan interior untuk ekspatriat. Karena Ojo Lali menawarkan harga yang lebih murah dibandingkan dengan tempat lain. Salah satu strateginya adalah, bahan yang dijual di Ojo Lali menggunakan benang yang berasal dari limbah pabrik industri benang. Benang tersebut dipilah kemudian dijadikan kain yang memiliki kualitas yang baik.

Namun kini jangankan menjadi penyalur, untuk penjualan langsung pun diakui Achmad sangat sulit. Apalagi pelanggan ekspatriat yang sekarang datang, biasanya sudah memiliki panduan berbelanja. Sehingga mereka memiliki anggaran dana yang terbatas. “Panduan itu berisi tempat belanja, barang apa yang dijual, harga barangnya bahkan sampai gaji sopir dan pembantu pun ada di panduan itu,” jelas Achmad.

Achmad sendiri tidak mengetahui dengan pasti penyebab menurunnya pelanggan ekspatriat tersebut. Namun ia menduga bahwa adanya barang dari negara lain dengan harga yang jauh lebih murah sebagai penyebabnya. Barang dari luar negeri seperti Cina masuk ke Indonesia denga harga yang jauh lebih murah. Meskipun memiliki kualitas barang yang tidak lebih baik dari barang lokal.

Negara yang menawarkan barang dengan lebih murah antara lain adalah Cina, Thailand dan Vietnam. Bahkan, ketika Pekalongan misalnya, mengeluarkan model baru, tiga bulan kemudian sudah ada barang serupa yang berasal dari Cina. Dengan harga jauh lebih murah tentunya. “Karena itu, yang kami butuhkan saat ini adalah proteksi pasar dari pemerintah terhadap barang impor yang lebih murah,” jelas Achmad.

Meskipun begitu, Achmad masih sering mengikuti bazar yang diadakan oleh ekspatriat. Ini demi mempertahankan konsep toko untuk ekspatriat. Pameran yang sering diikutinya seperti American Women Association (AWA), Australian and New Zealand Association (ANZA), dan Woman International Club (WIC). Ini dilakukannya untuk menjaga pelanggan ekpatriatnya. Pelanggan ekspatriat yang datang kebanyakan berasal dari Australia, Belanda, Prancis, Amerika Serikat hingga Siprus.

Sumber : www.republika.co.id

Ditulis dalam Leisure. Leave a Comment »

Wisata Tematik dan Penuh Petualangan

Sebagai tempat wisata, Mekarsari mengalami berbagai pasang surut. Awalnya, pada tahun 1990, Mekarsari dibangun sebagai pilot project taman buah dan tempat pelestarian plasma nutfah. Targetnya harus berkembang menjadi taman buah dan pusat plasma nuftah terbesar di Indonesia, bahkan Asia. Dengan luas lebih kurang 265 hektar, pantas rasanya kalau pendirinya, mendiang Tien Soeharto, bercita-cita menjadikan taman buah ini sebagai yang terluas di Asia.

Taman ini pun semakin terkenal sejak diresmikan pada tahun 1995. Dengan nama Taman Buah Mekarsari. Sejak diresmikan, taman buah ini menjadi salah satu primadona wisata, baik bagi warga Jakarta dan sekitarnya maupun secara nasional. Namun sejak akhir 1990an, mwenyusul turunnya Soeharto dari kursi Presiden RI, taman ini pun seakan ikut tenggelam. Pengunjungnya makin lama kian berkurang. Dan puncak meredupnya nama taman buah pada 2001 hingga mencapai titik terparah pada 2004.

Kondisi Mekarsari pada saat itu sangat menyedihkan. Lahannya dijarah dan banyak orang seenaknya mendirikan bangunan di atas tanah Mekarsari. Lalu, banyak tanaman, buah dan bunga yang dicuri. Fasilitasnya pun ikut dicuri dan dirusak. Mulai dari pompa air sampai kabel dan tiang listrik hilang. Bahkan, Mekarsari digunakan sebagai jalan umum bagi ribuan kendaraan per harinya yang menyebabkan kerusakan jalan. Akhirnya tidak satu pun pengunjung yang datang. Imbas dari itu semua, terjadi pengurangan karyawan. Dari jumlah karyawan ribuan hingga tersisa hanya kurang dari 500an karyawan. Siapapun pesimis melihat nasib Taman Buah Mekarsari kala itu.

Namun kini, bukan pemandangan seperti itu lagi yang terlihat di kawasan Mekarsari. Sekarang pengunjung yang datang mencapai sepuluh kali lipat dibandingkan tiga tahun lalu. Dengan jumlah karyawan meningkat hingga hampir 100 persen, yaitu sekitar 950 karyawan. Bahkan, terdapat banyak wahana permainan baru yang disediakan pihak pengelola. Seperti outbond, kebun keluarga, arena wisata air, wisata buah dan sebagainya.

Adalah Hari Tanjung, General Manager PT Mekar Unggul Sari, aktor sekaligus sutradara yang mampu membalikan situasi buruk menjadi kondisi amat menakjubkan atas Mekarsari itu. Prestasi menonjolnya, semua itu dilakukan dalam waktu relatif singkat. “Sekarang saya berani bilang, Mekarsari kompetitif jika dibandingkan dengan wisata luar negeri yang terkenal,” ujarnya.

Riwayat perannya pada proses pemulihan Mekarsari bermula pada akhir 2003. Waktu itu Hari dipanggil pengurus yayasan Purna Bakti Pertiwi sebagai pemilik Taman Buah Mekarsari dan Taman Mini Indonesia Indah. Tugas membangun kembali Taman Buah Mekarsari dia terima dengan keberanian melakukan terobosan. Hingga kemudian pada Januari 2004 dia resmi ‘berkuasa’ atas Taman Buah Mekarsari. Dosen FISIP Universitas Indonesia ini memiliki pandangan bahwa ada tiga inti untuk membangun sebuah perusahaan. Yaitu, uang, tenaga kerja yang handal, dan pendekatan manajemen yang tepat.

Karena itu, ia memulai dari tiga hal tersebut. Uang sebagai penggerak perusahaan diperoleh melalui pemanfaatan anak perusahaan yang dimiliki Mekarsari. Uang tersebut dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur sehingga Mekarsari dapat berjalan. Setelah itu, fasilitasnya dilengkapi. Kemudian tenaga kerja yang ada diberikan training dan pembelajaran. Tenaga kerja harus memiliki kemampuan yang memadai, demikian dia berpendapat. Untuk itu, belajar sangat penting. ”Saya mencontohkan, Singapura maju karena tiga hal. Yaitu belajar, belajar dan belajar,” jelas pria kelahiran Jambi, 43 tahun lalu ini.

Ia juga mengubah manajemen yang selama ini digunakan. Mulai dari perilaku organisasi hingga budaya organisasi. Untuk itu, ia kerap kali terjun langsung ke lapangan. Seperti menyapu dan menanam tanaman. Dengan begitu, karyawannya menjadi segan dan lebih bersemangat dalam bekerja. “Saya membuka line telepon selama 24 jam bagi seluruh karyawan saya,” katanya.

Selain itu, Hari juga menerapkan beberapa strategi. Salah satunya adalah mengubah konsep Mekarsari menjadi Wisata Taman Buah. Dengan positioning sebagai Tempat Bermain dan Belajar. Jadi pengunjung bisa melakukan kegiatan wisata di Tengah Taman Buah. Berbeda dengan sebelumnya di mana pengunjung datang untuk memetik dan memakan buah. Konsep tersebut mengharuskan ditetapkannya 4-si, yaitu konservasi, reboisasi, edukasi, dan rekreasi.

Mekarsari merupakan rumah bagi lebih dari 100 ribu pohon dengan 78 familia, 400 spesies dan 1437 varietas. Sehingga menjadikan Mekarsari sebagai tempat konservasi tanaman yang luas. Mekarsari juga menjadi tempat reboisasi. Karena Mekarsari memiliki bidang usaha konsultan tanaman. Salah satu hasilnya adalah reboisasi di daerah Slipi, Jakarta Barat. Sedangkan untuk edukasi, diberikan pendidikan tanaman kepada masyarakat dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.

Sebagai tempat wisata di tengah taman buah, Mekarsari menjadi salah satu tempat rekreasai bagi masyarakat. Rekreasi semakin menarik karena Mekarsari memiliki danau dengan luas sekitar 27,5 hektar, kebun buah yang lengkap, arena outbond dan familiy garden. Bahkan, terdapat beberapa buah aneh yang hanya terdapat di Mekarsari seperti sawo Australia dan Mangkadak (hasil perkawinan Nangka dengan Cempedak). Strategi lainnya adalah membuat Mekarsari menarik. Ini dilakukan dengan cara menghadirkan sesuatu yang baru dan unik. Kemudian menjadikan Mekarsari sebagai tempat yang nyaman. Serta memberikan kemudahan akses kepada pengunjungnya.

Pria yang mengambil studi S2 di Sekolah Tinggi Manajemen PPM Jakarta ini menceritakan, banyak kesulitan muncul pada awal menangani Mekarsari. Kesulitan ini berupa pandangan buruk orang terhadap Mekarsari. “Kami seperti penderita Kusta. Tidak ada orang yang mau dekat dan membantu kami,” tambahnya. Namun sekarang, banyak sekali investor dari dalam maupun luar negeri yang ingin berinvestasi ke Mekarsari. Untuk itu, Hari berencana untuk terus membangun Mekarsari. Rencana paling dekat adalah membuat Mekarsari sebagai tempat wisata yang tematik dan penuh petualangan.

Salah satunya dengan membuat Taman Mediteran yang merefleksikan Timur Tengah. Juga melakukan normalisasi danau sehingga nantinya mampu menyajikan petualangan air yang belum ada di manapun. Ia juga berencana untuk membangun hotel pohon, yaitu hotel yang berada di atas pohon. Bahkan, November tahun depan akan go international dengan menyelenggarakan pameran buah sedunia yang diadakan di Mekarsari.

Sumber : www.republika.co.id

Ditulis dalam Leisure. Leave a Comment »

Kepercayaan Masyarakat Gunakan Pesawat Terbang Tetap Tinggi

Maraknya antrian mobil yang hendak menuju bandara Soekarno-Hatta menjadi pemandangan amat membosankan pada pertengahan Juli lalu. Dalam bandara pun, bagai membuat sulit bernafas, penuh sesak manusia. Anak-anak, remaja dan sejumlah keluarga nampak lalu lalang sambil membawa tas untuk bepergian. Itulah sekilas mengenai pemandangan di bandara pada musim liburan lalu.

Animo masyarakat melakukan perjalanan menggunakan jasa transportasi udara masih terus tinggi. Adanya berita-berita mengenai kecelakaan dan buruknya kinerja maskapai penerbangan Indonesia tampaknya tidak memberikan dampak yang siginfikan.

Masih tetap tingginya tingkat keterisian pesawat (load factor) pada musim liburan kemarin, menjadi indikasi masih optimalnya kepercayaan masyarakat terhadap penerbangan Indonesia.

Marketing Manager Indonesia AirAsia, Andy Adrian menyatakan, pada saat liburan kemarin, load factor AirAsia mencapai 90 persen. Angka ini naik sekitar tujuh persen dibandingkan tahun lalu. ”Saya melihat kondisi penerbangan pada saat liburan kemarin cukup menggembirakan. Ini terbukti dengan tingginya animo masyarakat melakukan perjalanan liburan bersama keluarga,” tambahnya.

Ada banyak faktor yang melatarbelakangi tingginya minat masyarakat untuk melakukan perjalanan pada musim liburan kemarin. Misalnya daya beli konsumen yang semakin meningkat sebagai efek dari perekonomian Indonesia yang semakin membaik. Kemudian kondisi keamanan penerbangan yang semakin kondusif.

Memang, maraknya berita mengenai kecelakaan pesawat sempat menurunkan minat masyarakat untuk menggunakan jasa transportasi udara. Hal tersebut sempat terjadi pada saat munculnya berita-berita tersebut dan beberapa waktu setelahnya. Namun, setelah sekian lama dan setelah adanya kebijakan pemerintah untuk mengeluarkan kategori mengenai peringkat maskapai penerbangan nasional, kepercayaan masyarakat pulih. ”Saat ini AirAsia berada pada peringkat kedua dalam kategori 2. Dengan kata lain Indonesia AirAsia berhasil mencapai urutan ketiga, setelah Garuda Indonesia dan Merpati Nusantara Airlines,” ungkap Andi Ardian.

Untuk musim liburan lalu, kelonjakan penumpang sudah mulai terlihat sejak akhir Mei dan mencapai puncaknya pada bulan Juni dan awal Juli. Lonjakan ini pun mulai menurun pada akhir bulan Juli ketika sekolah sudah memulai kembali tahun ajaran baru.

Kursi hemat
Tingginya minat masyarakat juga dikarenakan adanya tawaran-tawaran perjalanan dari berbagai pihak yang menjanjikan. Untuk musim liburan kemarin, AirAsia memberikan promo kursi hemat dan promo-promo lainnya. ”Memang dari segi harga, kami melakukan kenaikan. Tetapi, kenaikan harga yang kami terapkan tidak tinggi, hanya sekitar sepuluh persen,” tambahnya.

Meskipun ada kenaikan harga pada musim liburan, namun hal tersebut sepertinya tidak menjadi masalah yang berarti bagi masyarakat yang ingin berlibur. Karena masih banyak orang yang menjadikan pesawat sebagai pilihan pertama untuk bepergian.

Ini tentu berkaitan erat dengan sifat pesawat yang lebih cepat, lebih praktis, lebih mudah dan lebih nyaman dibandingkan dengan jasa transportasi lainnya. ”Bahkan untuk musim liburan kemarin tercatat peningkatan masyarakat yang ingin berlibur hinga mencapai 30-50 persen dibandingkan dengan hari biasa,” ujar Irma, Marketing Tx Travel.

Karena tingginya minat masyarakat terhadap penggunaan jasa transportasi udara ini, maka pemesanan tiket harus dilakukan sekurangnya sebulan sebelum keberangkatan. ”Jika pemesanan mendekati hari keberangkatan, maka kemungkinan besar orang tersebut tidak mendapat pesawat,” tambah Irma.

Pemesanan tiket biasanya dilakukan sejak sebulan sebelum hari keberangkatan. Namun ada juga masyarakat yang melakukan pemesanan tiket mendekati hari keberangkatan atau bahkan pada hari keberangkatan. Untuk pemesanan tiket, di AirAsia menerapkan sistem bertahap. Harga tiket akan naik bertahap disesuaikan hari pemesanan dan hari keberangkatan. Jadi, pemesanan tiket yang dilakukan jauh sebelum hari keberangkatan akan lebih murah. ”Jika Anda memesan tiket sebulan sebelum hari keberangkatan akan berbeda harganya dengan tiket yang dipesan seminggu sebelum hari keberangkatan,” jelas Andi Adrian.

Online
Pemesanan tiket AirAsia dapat dilakukan secara online. Bahkan dikatakan, pemesanan yang dilakukan secara online lebih murah dibandingkan dengan pemesanan dengan cara lain. Selain melalui sistem online, tiket juga dapat dibeli pada airport office, apabila pada suatu saat diperlukan untuk bepergian mendadak.

Karena sudah menjadi suatu kebiasaan setiap tahunnya, tingginya animo masyarakat ini sudah diperkirakan maskapai penerbangan. Karenanya mereka melakukan beberapa antisipasi dan persiapan menjelang musim liburan kemarin.

Padaliburan tahun ini, langkah antisipasi yang dilakukan AirAsia lebih ditekankan dengan melakukan promo. Hal ini dilakukan dengan memberikan tawaran kepada konsumen yang memang berniat untuk berlibur pada masa liburan tersebut.

Terhitung sejak bulan Februari hingga bulan Maret, AirAsia telah memberikan tawaran harga hemat bagi para konsumen untuk merencanakan liburan mereka pada bulan Juni dan Juli. Maksudnya agar masyarakat dapat mengetahui dan mempersiapkan liburan mereka dengan lebih mudah.

Untuk tujuan liburan, sejauh berbicara mengenai tujuan domestik, sampai saat ini, Bali masih menjadi incaran dan pilihan utama masyarakat untuk berlibur. ”Kota-kota tujuan wisata lain di Indonesia seperti Yogyakarta dan Surabaya juga masih menjadi tujuan utama masyarakat,” jelas Andi Adrian. Sementara, untuk tujuan luar negeri Singapura dan Hongkong masih menjadi tujuan utama.

Andy Adrian menambahkan, Animo masyarakat untuk menggunakan jasa transportasi udara pada musim liburan kemarin memang masih tinggi. Namun jumlah itu dirasakan tidak banyak memiliki perubahan yang signifikan sejak dua tahun terakhir. Hal serupa dikatakan oleh beberapa agen perjalanan.

”Memang pada tahun ini ada kenaikan, namun kenaikan tersebut tidak terlalu beda jauh dengan kondisi tahun lalu,” ujar Corporate Marketing Communication Talenta Tour and Travel, Ahmad Yani.

Sumber : www.republika.co.id

Ditulis dalam Leisure. Leave a Comment »

Shenzhen, Surga Belanja Barang Tiruan

Shenzhen, kota di bagian paling selatan China, sekarang bagai menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang kebetulan sedang mengunjungi Hongkong. Tak heran, karena Shenzhen dapat dijangkau hanya sekira satu jam dari Hongkong dengan mengendarai kereta listrik maupun bis.

Bila menggunakan jasa Kowloon Canton Railway (KCR), stasiun Luo Hu yang menjadi pemberhentian terakhirnya. Sebentar mengurus visa on arrival dan harus membayar 150 dolar Hongkong setiap orang, wisatawan bakal segera disambut dengan kawasan belanja. Tepat di muka stasiun, berdiri pusat perbelanjaan Luo Hu Commercial City (Luo Hu Shang Ye Cheng). Bangunan luarnya megah, tetapi sebetulnya mal ini serupa dengan kawasan belanja Mangga Dua di Jakarta.

Paling mengejutkan, mau mencari apa saja pasti ada di sana. Tas Furla, Gucci, Etienne Aigner, dari model A sampai Z, bahkan yang tidak ada di katalog, dapat ditemukan. Jam tangan merek apa saja, sapatu, ransel, bahkan yang lagi populer tas Kipling, hingga stick golf legendaris Tiger Woods, tinggal tunjuk. Beragam produk elektronik, seperti produk iPod, Play Station Portable (PSP), tv mobile, hingga ponsel terjajar menunggu pembeli. Pokoknya, apa saja ada di sana

Jangan kaget, semuanya palsu. Kalau hanya dicermati dari balik etalase tanpa disentuh, model, corak dan warnanya serupa barang bermerek aslinya. Terasa palsu, memang setelah dielus dan dicermati. Karenanya kalau hendak membelinya, harus tega menawar. Mendapat nasehat dari teman yang telah bertahun-tahun tinggal di Hongkong untuk memulai tawaran dengan sepertiga harga yang disebutkan, Republika berhasil membawa beberapa barang aspal (asli tapi palsu) itu dengan harga amat murah. Kurang dari setengah dari harga produk aslinya.

Cara pedagang menawarkan, sangat heboh. Para gadis China belia itu terus menawarkan dan bahkan menyorongkan barang dagangan dengan amat agresif. Beberapa diantaranya nekat menarik dan merangkul bahkan berani mengelus-elus pengunjung demikian melewati di depan toko mereka. Bangunan enam lantai itu nyaris sesak dipadati pengunjung, khususnya pada akhir pekan. Tak saja turis Asia, pengunjung dari bangsa Eropa juga nampak menikmati belanja barang serba tiruan itu.

Beberapa turis wanita Eropa, nampak pula memborong tas ‘bermerek’ di sana. Sedang turis pria bule nampak lebih suka menawar jam tangan. Rolex sepertinya menjadi salah satu alroji tiruan yang sering diteriakan para penjaja, demikian konsumen mendekat. Walaupun berdesain megah, namun mal tersebut jelas disajikan untuk kalangan menengah. Karena deretan tokonya sama sekali tidak mengindahkan desain berkelas. Aroma rokok tecium di mana-mana. Tak ubahnya seperti pertokoan di Indonesia yang masih saja mudah ditemukan perokok yang tidak tertib.

Saat terpaksa menggunakan toilet, mengingatkan seperti layaknya belanja di pasar Tanah Abang. Sejumlah pemuda nampak bermain kartu dengan terus mengepulkan asap rokok. Namun mereka tak menganggu pengguna toilet meski jelas berasal dari berbagai bangsa lain.

Termodern
Berasal dari sebuah desa nelayan yang bernama Baoan di propinsi Guangdong, salah satu kota termodern di China ini berdiri. Sejak 1979 daerah ini diubah namanya menjadi Shenzhen. Dan pada1980 Shenzhen menjadi daerah pertama di China dengan status zona ekonomi khusus. Maka berkembanglah kota yang berhimpitan dengan Hongkong ini.

Jalan rayanya sangat lebar. Banyak gedung bertingkat, serta gaya penampilan masyarakatnya menyiratkan aroma pertumbuhan ekonomi dan denyut modernisasi terus langsung di sana. Puncaknya, sekarang Shenzen menjadi kota terkemuka di bidang manufaktur teknologi tinggi dan malahan tumbuh pesat menjadi pusat transportasi, logistik dan juga wisata belanja di China. Inilah kota surga belanja barang tiruan yang memiliki beragam mal seperti Mangga Dua, Glodok hingga Plaza Senayan di Jakarta.

Selain Luo Hu Shang Ye Cheng, terdapat sejumlah pusat perbelanjaan kelas menengah seperti di Lao Jie dan Hua Qiang Lu. Pusat belanja di Lao Jie, merupakan salah satu pusat belanja model Pasar Baru di Jakarta. Banyak sekali ABG mengkal di tempat ini dan biasa dikenal sebagai Dong Men (pintu timur). Tempat belanja layaknya Glodok di Jakarta dapat dijumpai di Hua Qiang Lu. Ini salah satu tempat belanja teramai di Shenzhen. Tempat paling ramai memperdagangkan komoditi elektronik, komputer, CD dan lainnya. Selain tempat belanja, banyak resto dan bar di daerah ini.

King Plaza Mal di Gua Mao merupakan pusat perbelanjaan yang lebih mewah. Di sana terdapat kantor WTC dan gerai Starbuck serta Walmart yang bagai mewarnai kawasan belanja ini. Gerai Starbuck, menjadi pemandangan keseharian di Shenzen. Di the Mixc Mal di Da Ju Yuan Starbucknnya bahkan memiliki fasilitas wifi. Maklum kawasan belanja yang satu ini setara dengan kelas Plaza Senayan di Jakarta. Pada kawasan Da Ju Yuan ini dapat pula ditemui Shenzhen Bookcity Center. Inilah gedung enam lantai yang berisikan semuanya dengan toko buku.

Tak hanya tempat belanja. Kawasan populer di Shenzhen adalah wisata Windows of the World di Shi Jie Zhe Chuang. Inilah miniatur tempat populer di dunia, hingga terdapat miniatur Menara Eiffel, Tembok China dan lainnya. Layaknya kota modern. di Shenzhen dipadati apartemen bertingkat yang dipisahkan dengan jalanan lebar. Jelas inilah hasil penerapan politik negara menguasai tanah sehingga warganya hanya bisa mengantongi hak tinggal dan bangunannya. Konyolnya, jemuran baju nyaris terlihat dimana-mana hingga bangunan tinggi tersebut tak ubahnya rusun kumuh di tengah kota.

Sumber : www.republika.co.id

Ditulis dalam Leisure. 9 Komentar »

Wisata Menonton Binatang Masih Digemari

Banyak cara untuk menarik minat masyarakat berkunjung ke tempat wisata. Masa liburan sekolah merupakan salah satu waktu yang paling tepat untuk meningkatkan jumlah kunjungan tersebut. Apalagi bagi tempat wisata modern yang kini banyak bermunculan.

Namun sejumlah tempat wisata alami juga tak kalah agresif menawarkan koleksi binatang dan wahana penunjang. Seperti salah satunya yang dilakukan Taman Safari Indonesia (TSI). Sementara buat Kebun Binatang Ragungan, kelahiran onta milik mereka berhasil menjadi unggulan penarik minat pengunjung.

TSI akan menambah jumlah binatang koleksinya dengan mendatangkan Pinguin ke Indonesia. Kedatangan Pinguin ini merupakan hasil kerjasama TSI dengan kebun binatang Metropolitan Jepang. Sebagai ganti, pihak TSI meminjamkan satu ekor orang utan untuk dikembangbiakkan di Jepang.

”Kami akan mendatangkan 12 ekor pinguin Jepang ke Indonesia. Ini merupakan upaya yang kami lakukan untuk terus menambah koleksi binatang sehingga pengujung tidak merasa bosan untuk datang ke Taman Safari,” ungkap Direktur Taman Safari Indonesia, Frans Manansang.

Binatang yang biasa hidup di daerah kutub yang dingin tersebut menjadi tantangan sendiri bagi TSI. Pasalnya, pihak pengelola TSI tentu saja harus menyiapkan lingkungan yang mirip dengan kondisi asal pinguin tersebut. Untuk itu TSI menyiapkan kandang khusus bagi pinguin agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Antara lain dengan mendatangkan mesin untuk membersihkan air agar selalu steril dan juga pendingin.

Saat ini, binatang tersebut memang belum dapat ditemui di Indonesia. Jika ingin menyaksikan tingkah laku binatang berbulu putih dan hitam itu paling dekat masyarakat Indonesia bisa berkunjung ke kebun binatang di Singapura. Dengan hadirnya pinguin di TSI, masyarakat hanya perlu pergi ke daerah Cisarua-Puncak untuk melihat 12 pinguin lebih dekat.

Selain menambah koleksi binatang yang kini telah mencapai dua ribu ekor dilahan seluas 160 hektar, TSI juga menawarkan berbagai atraksi dan wahana lain yang dapat menunjang waktu libur di daerah pegunungan tersebut. Seperti Cowboy Show, atraksi dengan jalan cerita kehidupan cowboy dan indian yang dipentaskan di ruangan semi tertutup dan melibatkan berbagai macam binatang, mulai dari kucing dan tikus, kambing hingga kuda.

Bahkan, cerita bertambah seru dengan adanya efek-efek khusus yang dibuat seperti ledakan dan peran serta stuntman. Atraksi yang tidak dipungut biaya itu berlangsung 30 menit. Tak heran saat liburan, atraksi itu selalu dipenuhi pengunjung dan menjadi salah satu wahana unggulan bagi TSI. Menyambut liburan ini sebanyak tiga wahana baru akan ditambah dan diperkirakan selesai minggu-minggu ini (akhir Juni). Ketiga wahana tersebut adalah jaring-jaring, wahana tembak dengan foam ball dan spining boat. Ketiga wahana tersebut ditempatkan di lokasi yang mirip dufan mini untuk tempat bermain anak dan orang dewasa.

”Koleksi binatang baru dan tambahan wahana diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisata para pengunjung ke TSI. Untuk Sabtu Minggu pada musim liburan, ada peningkatan hingga 80 persen dibandingkan hari kerja biasa. Sehingga kami menargetkan kunjungan mencapai tiga sampai lima ribu waktu liburan,” ungkap Frans.

Kalau TSI mengandalkan pertukaran binatang dan wahana baru untuk menarik pengunjung, Kebun Binatang Ragunan (KBR) hanya memanfaatkan sumber daya yang sudah ada untuk tetap eksis dan menarik. Nyaris, tak ada program khusus yang dilakukan untuk menghadapi masa liburan yang berlangsung hingga Juli.

Untungnya, kelahiran onta baru dapat dijadikan daya tarik sendiri bagi pengunjung KBR. Onta yang lahir pada 18 Juni 2007 tersebut menambah jumlah koleksi onta di KBR yang mencapai sembilan ekor dan diharapkan mampu menarik minat pengunjung untuk datang ke KBR.

”Kami punya onta baru yang lahir 18 Juni kemarin. Ini cukup dinanti, karena masa kehamilan onta cukup lama, yaitu mencapai 13 bulan. Dengan hadirnya Junior-onta jantan baru ini, jumlah koleksi onta Ragunan mencapai sembilan ekor, yang meliputi enam jantan dan tiga ekor betina,” papar Kasubid Promosi Kebun Binatang Ragunan, H. Marjuki.

KBR juga masih mengandalkan wahana lain seperti gajah tunggang, peragaan ular hingga atraksi linsang dan beruang. Untuk gajah tunggang, KBR menyiapkan empat ekor gajah untuk dinaiki pengunjung. Selain itu, KBR juga menyiapkan lahan outbond untuk wahana bermain anak-anak dan dewasa. Di sana, kata Marjuki, ada jembatan titian hingga flying fox.

Untuk menjajalnya, pengujung dapat membeli tiket terusan (paket) seharga Rp 25 ribu atau membayar sendiri dengan harga Rp 15 ribu per orang. Selain itu, ada feeding time (waktu memberi makan) yang dilakukan dengan jadwal yang lebih teratur dan dilakukan di depan pengujung. Diharapkan, lanjutnya, feeding time dapat menjadi daya tarik sendiri bagi pengujung untuk mengetahui teknik memberi makan dan pakan yang digunakan pada hewan-hewan tertentu. Sehingga, anak-anak bisa sekalian belajar tentang pakan-pakan hewan dan cara memberi makannya.

Seperti Taman Safari, KBR juga berharap banyak pada musim liburan ini. Peningkatan jumlah pengunjung dari hari-hari biasa, menjadi saat yang dinanti. Hal ini sudah terwujud pada akhir pekan lalu. Dimana jumlah pengujung meningkat sebanyak 50 persen dibandingkan dengan hari biasa. ”Akhir pekan lalu (23-24 Juni), jumlah pengunjung mencapai 30 ribu – 50 ribu orang. Banyak yang datang dari luar kota, biasanya berupa kelompok baik keluarga ataupun rombongan sekolah,” paparnya. Tercatat, lanjut Marjuki, jumlah mobil yang masuk saja mencapai 1.520 buah dengan motor berjumlah 4.600 unit. Untuk bus, akhir pekan lalu mencapai 300 kendaraan.

Kemudahan transportasi, akses jalan yang lebih bagus dan mudah menjadi salah satu pendorong jumlah pengujung Ragunan yang meningkat. Hadirnya Busway yang kini sudah mencapai Ragunan, membuka akses yang sebelumnya terhambat. Bahkan, akses jalan tol membuat pengunjung dari Bumi Serpong Damai (BSD), Banten hingga Bogor mudah datang ke Ragunan. Sayangnya, dengan minimnya inovasi, jumlah pengujung yang datang nyaris tak jauh berbeda dengan periode yang sama tahun lalu.

Sumber : www.republika.co.id

Ditulis dalam Leisure. Leave a Comment »

Replika Gurita Pasir Terbesar

OceanPark Water Adventure BSD City mendapatkan sertifikat dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas keberhasilannya membuat replika gurita dari pasir. Gurita ini berukuran 5,1 x 3,65 meter dengan tinggi 157 cm dan berat total pasir yang digunakan mencapai 9 ton. Dibutuhkan delapan orang untuk mengerjakan replika tersebut dalam waktu 10 hari.

Replika ini dibuat untuk menarik pengujung datang ke OceanPark yang sedang menggelar program Holiday Sandsation OceanPark. Program yang diadakan selama satu bulan mulai 15 Juni-15 Juli 2007 itu khusus digelar dalam rangka menyambut liburan panjang sekolah.

”Replika gurita raksasa yang memecahkan rekor MURI itu untuk menarik pengunjung datang ke OceanPark. Kehadirannya merupakan bagian dari program Holiday Sandsation OceanPark yang dilaksanakan dalam rangka musim liburan sekolah,” ungkap Corporate Communications General Manager PT BSD, Ir. H. Dhony Rahajoe.

Holiday Sandsation OceanPark adalah program hiburan yang mengetengahkan tema sensasi pasir. Program itu akan diisi dengan berbagai macam kegiatan menarik yang ditujukan untuk anak-anak hingga orang dewasa. Ada acara live band yang digelar di Wave Pool Area serta penampilan karakter binatang-binatang laut yang dikemas dalam Meet & Greet Character Gur-Gur, Dolphin, dan Kura-Kura dengan berkeliling area OceanPark, pada setiap Sabtu dan Minggu selama satu bulan.

Selain itu, masih ada Bucket Coloring, Face Painting, T-Shirt Coloring di area Kiddie Pool, serta Jodyan The Magician yang menampilkan kelihaiannya dengan berkeliling area OceanPark. Tak luput pula basar bertema OceanPark Festive yang menampilkan produk-produk aksesoris, kerajinan tradisional, dan fashion. Sebanyak 30 stand peserta yang merupakan para pengusaha UKM dari daerah akan meramaikan bazaar tersebut.

Sumber : www.republika.co.id

Ditulis dalam Leisure. Leave a Comment »

Daya Tarik Sebuah Restoran ‘Bodoh’

Restoran idealnya memang menjual makanan dan minuman. Namun, untuk memberikan nilai tambah kepada pengunjung, ada pula yang menjual suasana toko. Hal ini dilakukan dengan mempertahankan konsep interior yang diusahakan seminim mungkin untuk tidak berubah sejak awal didirikan.

Adalah Toko Oen yang berada di Jalan Basuki Rachmad, Malang Jawa Timur. Kesan tua dan kuno semakin melekat karena Oen berdiri diantara bangunan-bangunan modern. Namun, ia tetap berdiri kokoh dan menjadi daya tarik bagi siapa saja yang lewat jalan tersebut. Sebab bangunannya sudah berdiri sejak tahun 1930-an.

Dari luar, Oen nampak seperti rumah biasa. Atapnya tertutup dinding berwarna putih yang ditempeli tulisan Toko Oen berwarna hijau. Jendela-jendela panjang yang dibingkai dengan warna krem, berjejer rapi, kontras dengan dinding yang dicat hitam.

Senada dengan penampilan luar, interior dalamnya pun mencerminkan nuansa tua dan kuno. Kursi-kursi pendek yang terbuat dari rotan ditempatkan bersama dengan meja bundar atau persegi. Setiap meja terdiri dari empat kursi. Seluruhnya bisa menampung sekitar 400 orang. Penempatan yang disusun berjejer rapi, ukuran kursi dan eternit ruangan yang tinggi, membuat ruangan nampak luas dan lengang.

Nuansa kuno juga terlihat dari foto-foto yang dipajang di setiap dinding. Foto kota Malang di tahun 1930-an hingga foto presiden pertama Indonesia, Soekarno dan wakilnya, Hatta dalam balutan foto hitam putih dapat dinikmati di sini. Ingin sentuhan musik lawas? Piano yang ditempatkan di pojok ruangan ditemani dengan radio tua, siap menemani pengunjung menikmati makanan atau minuman yang dipesan.

Oen memang memiliki sejarah panjang. Saat ini, umurnya sudah 77 tahun. Ketika berdiri, toko yang bukan dari pukul 08.00-21.00 WIB itu hadir di lima kota. Yaitu Malang, Surabaya, Yogyakarta, Semarang dan Jakarta. Namun, kini yang bertahan tinggal dua toko, yaitu di Malang dan Semarang. Sisanya, berubah bentuk dan fungsi seiring waktu berjalan.

Manager Toko Oen Malang, Peter Siswono mengatakan Oen sebenarnya adalah nama marga pendiri toko. Namun, Oen juga bisa berarti ‘bodoh’ dalam bahasa Belanda. Pasalnya, saat itu, Toko Oen merupakan toko pertama yang menjajakan minuman untuk para pendatang yang saat itu didominasi oleh orang Belanda yang menjajah Indonesia.

”Tidak ada saat itu yang menjual minuman untuk orang Belanda. Apalagi kita tahu orang asing saat itu tak pernah minum air tawar. Menurut mereka, aqua yang paling steril itu bir. Karena saat itu, di Malang ada program mengubah air kali menjadi air minum,” ungkap Siswono. Untuk menarik minat pengujung, Oen tak hanya menjual minuman saja. Ia pun memadankan dengan makanan Internasional seperti steak yang digemari oleh orang Belanda.

Saat itu, banyaknya tamu asing yang datang, membuat Toko Oen dipandang sebagai restoran mahal yang hanya bisa diakses oleh kalangan atas. Sehingga, hanya segelintir tamu domestik yang datang ke sana. Hingga sekarang, tempat ini masih banyak dikunjungi oleh wisatawan asing. ”Banyak wisatawan asing yang datang untuk sekedar mengenang kembali memori di Oen dulu. Bahkan anak cucunya juga diajak datang ke sini,” katanya.

Bahkan, Toko Oen sudah menjadi salah satu tempat wisata yang wajib disinggahi ketika datang ke kota Malang. Diperkirakan ada 42 ribu turis asing masuk ke Malang setiap tahunnya. Malang pun menjadi tempat transit bagi wisatawan asing yang ingin menuju Bali dari Jakarta atau sebaliknya.

Untuk menarik minat tamu domestik, restoran setiap harinya bisa didatangi 100-140 tamu itu, kemudian mengubah strategi. Tak hanya menawarkan steak dan minuman, Oen juga memasukan ice cream dan masakan oriental pada menunya. Seperti steak yang diolah dengan bumbu olahan sendiri, Toko Oen juga membuat ice cream di dapur sendiri. Menu-menu ice cream seperti Banana Split, Chocolate Parleit, Tutty Fruty dengan harga berkisar Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu, dapat dinikmati sepuasnya di sini.

Sumber : www.republika.co.id

Ditulis dalam Leisure. Leave a Comment »

Nasi Lemak dan Pandan Kuning di Shang-ri La

Hotel Shangri-la Jakarta mengadakan promo masakan Malaysia. Beragam cita rasa masakan Malaysia akan dikenalkan di restoran Satoo mulai 21 – 31 Mei 2007. Tak hanya mengenalkan masakan Malaysia, Hotel Shangri-La juga membawa chef khusus dari negara tetangga tersebut.

Adalah Hamizi bin Hamid, seorang chef asal Malaysia yang didatangkan dari Shangri-La Rasa Sayang Resort & Spa, Malaysia. Ini dilakukan untuk tetap menjaga keotentikan masakan Malaysia yang sangat kaya. Maklum saja, Malaysia dikenal sebagai tempat dimana berbagai etnis bangsa hadir. Tak heran jika rasa masakannya merupakan gabungan dari variasi masakan dari Melayu, China, India hingga Indonesia.

Di Malaysia promo ini, kita bisa menikmati nasi lemak, pandan kuning, mutton martabak, sup ikan merah berempah, ayam panggang percik sos, nasi goreng belacan, ayam goreng madu, laksa ayam penang hingga makanan penutup berupa bingka roti pandang, pengat pisang, bubur cha cha dan sago gula melaka.

Restoran Satoo sendiri memiliki kapasitas 425 tempat duduk yang menempati luas lebih dari 1.408 meter per segi. Satoo memiliki lima area makan yang berbeda dan dua ruangan khusus (semi private dining room) dengan waktu beroperasi mulai pukul 06.00 WIB hingga 02.00 WIB dini hari.

Makanan disajikan dengan sistem buffet termasuk aneka jamu, kopi dan teh dengan harga Rp 140 ribu ++/ orang untuk makan siang. Sementara untuk makan malang, harga yang berlaku adalah Rp 160 ribu ++ per orang kecuali Jumat dan Sabtu sebesar Rp 185 ribu ++ dan Minggu siang (Sunday Brunch) sebesar Rp 170 ribu ++.n mth

Percepat Pembangunan Bandara Internasional
Bandara internasional Medan dan Lombok, dipercepat pembangunannya. Bandara ini diharapkan dapat segera dioperasikan pada akhir 2009. Hal ini merupakan komimen pemerintah melalui sinergi antara perhubungan dengan pariwisata yang dilakukan untuk terus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing (wisman) ke Indonesia. Tahun ini, pemerintah menargetkan enam juta kunjungan wisman.

Selain bandara, pemerintah juga akan melengkapi dan memperbaiki fasilitas dermaga di beberapa titik baik di pulau Jawa maupun luar Jawa. Antara lain di Semarang, Benoa, Padangbai (Bali), Kupang, Alor dan Batam. Dermaga ini juga akan ditingkatkan untuk memenuhi standar internasional. Menurut Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, dukungan sektor perhubungan terhadap pariwisata sangat menentukan terutama dalam upaya mendatangkan wisman sebanyak mungkin ke Indonesia, mengingat sekitar 70 persen turis yang datang ke Indonesia menggunakan transportasi udara.

”Saya hanya me-request saja kepada Menhub apa-apa saja yang perlu dilakukan perhubungan dalam kemudahan kunjungan wisman,” katanya seraya mengatakan dukungan untuk percepatan pembangunan sektor pariwisata itu sudah memiliki payung hukum berupa Inpres No.16 Tahun 2005 tentang Percepatan Pembangunan Kebudayaan dan Pariwisata yang melibatkan sekitar 17 instansi terkait termasuk Departemen Perhubungan. Upaya untuk terus meningkatkan citra penerbangan Indonesia juga terus berusaha ditingkatkan dan diharapkan segera pulih kembali. Isu keselamatan transportasi terutama dalam dunia penerbangan menjadi perhatian serius Departemen Perhubungan. Pasalnya, sekitar 30 juta lalulintas manusia, yang sebagian besar adalah wisatawan, setiap tahun melalui Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.n mth

Qatar Airways Raih Delapan Penghargaan
Perusahaan penerbangan Qatar Airways memperoleh delapan penghargaan pada acara tahunan Freddie Awards di Amerika, ketika sedang mempersiapkan peluncuran penerbangan terjadwalnya ke Amerika Serikat pada musim panas ini.

Salah satu penghargaan yang diterimanya adalah tentang pelayanan di kawasan Asia Pasific. Di Asia Pasific Qatar Airways berhasil menerima penghargaan sebagai best costumer service, website terbaik dan best newsletter & communication. Sementara penghargaan lain yang diberikan antara loyalty Programme of The Year untuk kawasan Eropa, Timur tengah dan Afrika.

”Bagi sebuah maskapai yang bahkan belum terbang ke AS, pengakuan berupa penghargaan-penghargaan ini merupakan pengakuan yang sesungguhnya terhadap posisi Qatar Airways sebagai maskapai internasional berkualitas dalam pasar yang sangat kompetitif di mana para anggota frequent Flyers merupakan para pelancong yang cerdas,” kata Chief Executive Office Qatar Airways Akbar Al Baker.

Qatar Airways meluncurkan empat penerbangan per minggu antara pusat operasionalnya di Doha, ibukota Negara Qatar dan New York pada 26 Juni, diikuti dengan penerbangan non-stop antara Doha dan Washington DC mulai 19 July. Maskapai penerbangan ini sekarang melayani 75 destinasi di Eropa, Timur Tengah Afrika, sub-benua India dan Timur Tengah dari Doha. ”Qatar Airways akan menjadi maskapai penerbangan pertama dari Timur Tengah yang melayani Washington DC dan Newark Liberty International Airport, pintu gerbang ke New York City. Kedua kota ini berpotensi menjadi destinasi yang paling diminati bagi Qatar Airways.”

Al Baker mengatakan penerbangan ke Amerika Serikat merupakan langkah historis bagi Qatar Airways dalam waktu satu tahun, setelah maskapai ini meluncurkan layanan penerbangan ke Dar es Salaam, Lagos, Chennai, Bali dan Ho Chi Minh City.

Sumber : www.republika.co.id

Ditulis dalam Leisure. Leave a Comment »